Kubaca Firman Persaudaraan

Ketika kubaca firmanNya
Sungguh tiap mukmin itu bersaudara
Aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

Aku ingat pertemuan pertama kita ukhti sayang
Dalam dua detik saja
Dua detik saja
Aku telah merasakan perkenalan

Bahkan kesepakatan
Itulah ruh-ruh kita yang saling sapa
Berpeluk mesra
Dengan iman yang menyala

Mereka telah muafakat
Meski belum saling sebut nama
Dan tangan belum berjabat

Ya, Kubaca lagi firmanNya
Sungguh tiap mukmin itu bersaudara
Aku makin tahu
Persaudaraan tak perlu diperjuangkan

Karena saat ikatan melemah
Saat keakraban kita merapuh
Saat Salam terasa Menyakitkan
Saat kebersamaan serasa siksaan
Saat pemberian bagai bara api
Dan Saat Kebaikan justru Melukai
Aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita

Hanya iman-iman kita yang sedang sakit
Atau menjerit
Mungkin dua-duanya
Mungkin kau saja
Tentu terlebih Sering
Imankulah yang compang-camping

Kubaca firman persaudaraan itu, ukhti sayang
Dan aku makin tahu
Mengapa dikala lain diancamkan
Para Kekasih pada hari itu
Sebahagian menjadi musuh sabahagian yang lain
Kecuali orang-orang yang bertakwa

Still Lingers in my mind
And yet, It’s so hard
I just break down and cry
i remember your eyes
Found a way to melt my heart
Most of all, I remember your smile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s